SHARE

Badan Penghubung Jawa Barat
17033
post-template-default,single,single-post,postid-17033,single-format-standard,bridge-core-2.5.8,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-24.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.2,vc_responsive

Hari Kartini, Perjuangan Para Perempuan Jabar Berbuah Penghargaan Pemerintah Pusat

Hari Kartini, Perjuangan Para Perempuan Jabar Berbuah Penghargaan Pemerintah Pusat

KOTA BANDUNG – Sebanyak 27 perempuan Jabar mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat atas perjuangan dan dedikasinya untuk memberdayakan masyarakat. Penghargaan diberikan secara virtual oleh Ibu Presiden Iriana Joko Widodo dan Ibu Wakil Presiden Wury Estu Ma’ruf Amin dari Istana Negara.

Puncak peringatan Hari Kartini tahun 2022 tingkat nasional dilakukan secara hybrid diikuti seluruh provinsi termasuk Jawa Barat yang dihadiri Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Kamis (21/04/2022).

Salah satu pahlawan perempuan yang dapat penghargaan adalah Nolis Nuraeni (42), warga RT 02/10 Kampung Cidahu, Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang mendapatkan penghargaan untuk bidang pendidikan. Penghargaan disampaikan Ibu Presiden.

Sejak 2010 Nolis berjuang mengembangkan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) supermurah bagi masyarakat tak mampu. Berangkat dari keprihatinanya di mana saat itu anak-anak yang ikut PAUD hanya 30 orang, dengan tempat pembelajaran di rumahnya.

“Anak-anak yang ikut PAUD berasal dari tiga desa. Kebetulan rumah tempat belajar berlokasi di perbatasan tiga kelurahan, yaitu Tamansari, Setiawargi dan Tamanjaya,” tutur Nolis.

Menurut ibu dari dua orang anak ini, lokasi rumah tempat anak-anak mengenyam pendidikan PAUD yang cukup jauh dengan kantor kelurahan, menjadikan banyak orang tua yang menitipkan anak-anak mereka.

“Untuk ke kelurahan cukup jauh, sekitar 5 kilometer dengan jalan yang becek dan berlumpur, sehingga para orang tua enggan untuk menitipkan anak mereka di sekolah serupa yang berada di sekitar kelurahan,” ujarnya.

Nolis bersyukur, apa yang dirintisnya mendapat dukungan dari warga. Orang tua yang menitipkan anaknya kemudian bersepakat membayar biaya iuran bagi anak-anak mereka dari awal hanya Rp5.000 per anak sekarang sudah sebesar Rp25.000 per anak.

“Mereka menyisihkan biaya iuran untuk uang lelah guru. Sekarang jumlah guru pun bertambah dari sebelumnya hanya empat, sekarang 10 orang,” ujar Nolis.

“Pun, demikian untuk jumlah anak yang mengenyam pendidikan di PAUD, dari sebelumnya hanya 30 anak, sekarang sudah mencapai 200 anak,” imbuhnya.

Seiring dengan terus tingginya tingkat kepercayaan para orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka di PAUD, mereka pun bersepakat secara swadaya untuk membangun bangunan sekolah baru.

“Alhamdulillah, sekarang kita punya ruang kelas hasil swadaya masyarakat. Bangunan kemarin baru 2 kelas, ada donatur yang menyumbang untuk dua kelas, dan baru selesai minggu kemarin,” kelasnya.

Nolis berharap penghargaan yang diterimanya dibarengi dengan bantuan dari pemerintah. “Penghargaan ini bentuk rezeki/ anurgrah dari Allah SWA yang tidak ternilai, ini berkat usaha bersama,” ungkapnya.

Sumber:jabarprov.go.id



WordPress Lightbox Plugin