SHARE

Industri - Badan Penghubung Jawa Barat
15611
page-template-default,page,page-id-15611,bridge-core-2.5.8,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,side_area_uncovered_from_content,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-24.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.2,vc_responsive
INDUSTRI

Kontribusi industri cukup menonjol bagi perekonomian nasional, termasuk bagi daerah Jawa Barat. Hampir 60% industri pengolahan berlokasi di Jawa Barat, sehingga perekonomian nasional sangat dipengaruhi oleh kinerja industri di daerah ini. Dalam struktur perekonomian di Jawa Barat, sektor industri memiliki kontribusi terbesar dan menduduki peringkat pertama, disusul oleh sektor pertanian. Sektor industri ini, khususnya industri pengolahan, mampu menyerap jumlah tenaga kerja terbesar kedua sesudah pertanian.

 

Berbagai industri di Jawa Barat sudah berkembang dengan pesat, antara lain industri pesawat terbang, industri senjata ringan, dan telekomunikasi di Bandung dan industri dinamit di Tasikmalaya. Industri lain yang cukup menonjol antara lain industri besi baja di Cilegon, industri elektronik di Bandung, industri kertas di Padalarang dan Bekasi, industri semen di Cibinong, Citeureup, dan Cirebon, industri pupuk di Cikampek, aneka industri dengan komoditas tekstil, benang tenun, dan pakaian jadi di daerah cekungan Bandung, serta industri minuman, makanan, rokok, kulit, keramik di sekitar Bandung, Tangerang, Bekasi, dan Cirebon. Industri-industri kecil dan rumah tangga yang banyak terdapat di Bekasi, Bogor, Tangerang, Depok, Kota Bandung, Cianjur, dan Tasikmalaya juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

 

Potensi lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai aneka industri dan industri utama di Jawa Barat adalah perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ada di daerah itu, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB); Institut Teknologi Bogor (IPB); LAPAN, dan Badan Reaktor Atom Negara (BATAN). Selain itu, besarnya jumlah penduduk dan SDM yang berkualitas merupakan potensi pendukung untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi (Iptek) di Jawa Barat.

 

Jumlah industri utama di Jawa Barat (1997) adalah sebagai berikut: industri makanan, minuman dan tembakau berjumlah 1000 unit dengan tenaga kerja 119.745 orang; industri tekstil pakaian jadi dan kulit sebanyak 1.744 unit dengan tenaga kerja 783.745 orang; industri kayu dan barang-barang dari kayu termasuk alat-alat kayu 483 unit dengan tenaga kerja 7.174 orang; jumlah industri kertas dan barang dari kertas cetakan dan penerbitan 207 unit dengan tenaga kerja 46.428 orang; industri barang galian bukan logam kecuali minyak bumi 815 unit dengan tenaga kerja 82.308 orang; industri logam dasar 63 unit dengan tenaga kerja 19.755 orang; industri mesin dan peralatan lain 903 unit dengan tenaga kerja 209.776 orang; dan industri pengolahan lain berjumlah 143 unit dengan tenaga kerja 37.988 orang. Hasil produksi industri kecil berupa makanan dan minuman, sandang dan kulit, kimia dan bahan-bahan bangunan, kerajinan umum dan logam mengalami perkembang-an pesat.

Total jumlah industri di Jawa Barat (1997) berjumlah sekitar 6.085 unit, baik industri besar, sedang maupun kecil, dan menyerap tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang. Investasi di daerah Jawa Barat tahun 1998 adalah: persetujuan PMA US$81,035,000 dan persetujuan PMDN Rp 8.117.050.000.000. Jumlah tersebut untuk waktu sekarang sudah terlampau kecil.

 

Nilai tambah hasjl industri di Jawa Barat tahun 1997 adalah sebagai berikut: dari industri makanan, minuman dan tembakau Rp 2.425.086.000.000; industri tekstil, pakaian jadi dan kulit Rp 10.825.220.000.000; industri kayu dan barang-barang dari kayu Rp 895.538.000.000; industri kertas dan barang-barang dari kertas Rp 1.258.060.000.000; industri kimia, barang-barang dari kimia, minyak bumi,   batu   bara,   karet  dan   bahan  plastik  Rp 6.329.237.000.000; industri barang galian bukan logam Rp 1.917.251.000.000; industri logam dasar Rp 2.139.536.000.000; industri barang logam dan mesin termasuk peralatannya Rp 9.458.654.000.000; dan industri pengolahan lainnya Rp 614.059.000.000. Jadi, total nilai tambah dari hasil industri daerah Jawa Barat tahun 1997 adalah sekitar Rp 35.862.641.000.000.

WordPress Lightbox Plugin