SHARE

Kesehatan - Banhub Jabar
16141
page-template-default,page,page-id-16141,bridge-core-2.5.8,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,side_area_uncovered_from_content,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-24.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.2,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-17211
KESEHATAN

Upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan misalnya dengan membangun sarana dan prasarana kesehatan. Jumlah sarana kesehatan di Provinsi Jawa Barat dari tahun-ke tahun terus  bertambah, sebagai contoh untuk rumah sakit pada tahun 2008 berjumlah 199 unit pada tahun 2012 telah bertambah menjadi 244 unit. Jumlah puskesmas yang pada tahun 2008 berjumlah 1.017 unit bertambah menjadi 1.045 unit pada tahun 2011. Puskesmas pembantu pada tahun 2011 berjumlah 1.579 unit bertambah 63 unit dari tahun 2008. Jumlah posyandu juga terus bertambah, pada tahun 2011 berjumlah 50.266 unit meningkat sangat significant dibanding tahun 2008 yang berjumlah 46.231 unit. Dengan bertambahnya sarana kesehatan rumah sakit rasio tempat tidur RS terhadap penduduk menjadi turun, pada tahun 2008 rasio tempat tidur RS terhadap penduduk adalah 1:1.980 menjadi 1:1.652 pada tahun 2011. Disamping sarana kesehatan yang bertambah jumlah tenaga kesehatan juga terus meningkat, dokter umum pada tahun 2008 berjumlah 1.570 orang meningkat menjadi 1.801 orang pada tahun 2011. Dokter gigi yang semula berjumlah 663 orang bertambah menjadi 745 orang pada tahun 2011. Bidan yang pada tahun 2008 berjumlah 7.330 bertambah menjadi 10.359 orang pada tahun 2011. Bertambahnya sarana kesehatan dan tenaga medis diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat.

 

Indikator lainnya yang cukup menggembirakan mengenai kondisi kesehatan di Jawa Barat adalah meningkatnya persentase persalinan yang ditolong tenaga medis, pada tahun 2008 74,34 persen kelahiran yang ditolong tenaga medis menjadi 87,20 persen pada tahun 2011. Kasus balita gizi buruk juga terus berkurang pada tahun 2008 masih ditemukan sebesar 1,02 persen balita bergizi buruk, turun menjadi 0,82 persen pada tahun 2011.

Sedangkan untuk jumlah Puskesmas sebagai pusat pelayanan pengobatan masyarakat yang ada di Kabupaten/Kota Jawa Barat dapat dilihat dibawah ini :

Jumlah Puskesmas di Kabupaten/Kota di Jawa Barat

No Kabupaten/Kota 2008 2009 2010 2011
1 Kab. Bogor 101 101 101 101
2 Kab. Sukabumi 57 58 58 58
3 Kab. Cianjur 45 45 45 45
4 Kab. Bandung 61 61 61 62
5 Kab. Garut 63 64 64 64
6 Kab. Tasikmalaya 40 40 40 40
7 Kab. Ciamis 51 51 51 52
8 Kab. Kuningan 37 37 37 37
9 Kab. Cirebon 53 53 56 56
10 Kab. Majalengka 30 30 31 31
11 Kab. Sumedang 32 32 32 32
12 Kab. Indramayu 49 49 49 49
13 Kab. Subang 40 40 40 40
14 Kab. Purwakarta 19 20 20 20
15 Kab. Karawang 44 46 48 48
16 Kab. Bekasi 37 39 39 39
17 Kab. Bandung Barat 31 31 31 31
18 Kota Bogor 24 24 24 24
19 Kota Sukabumi 15 15 15 15
20 Kota Bandung 71 71 75 73
21 Kota Cirebon 21 21 21 22
22 Kota Bekasi 31 31 31 31
23 Kota Depok 30 30 32 32
24 Kota Cimahi 10 11 13 13
25 Kota Tasikmalaya 18 20 20 20
26 Kota Banjar 7 9 10 10
Jumlah 1017 1029 1044 1045

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

WordPress Lightbox Plugin