SHARE

Badan Penghubung Jawa Barat
16695
post-template-default,single,single-post,postid-16695,single-format-standard,bridge-core-2.5.8,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-24.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.2,vc_responsive

Patilasan Sunan Kalijaga

Patilasan Sunan Kalijaga

Patilasan Situs Kalijaga

Situs ini terletak di wilayah kelurahan Kalijaga, kecamatan Harjamukti. Dari terminal bis Harjamukti jaraknya hanya sekitar 500 meter ke arah selatan. Situs ini diseut juga taman kera kalijaga, karena di situs ini terdapat banyak sekali kera yang telah beradaptasi dengan pengunjungnya. Tradisi meyakini bahwa kera-kera tersebut berasal dari jelmaan para pengikut Sunan Kalijaga yang tidak mematuhi ajaran Rasulullah.

Tradisi mengatakan bahwa situs ini merupakan situs petilasan Sunan Kalijaga ketika beliau melaksanakan peyebaran agama Isalm di Cirebon. Tempat ini pada zaman dahulunya adalah sebuah hutan pada saat penyebaran agama Islam dilaksanakan di Cirebon, salah satu tempat yang dipakai oleh Sunan Kalijaga malakukan khotbahnya sampai sekarang dikenal oreng sebagai petilasan Sunan Kalijaga.

Karena seringnya orang berdatangan ketempat tersebut untuk menimba ilmu keagamaan, maka Sunan Gunung Jati memerintahkan Sunan Kalijaga agar tempat tersebut dibuat taman. Mungkin pada saat tmpat tersebut masih hutan lebat, banyak kera hidup dan berkembang biak disana. Sampai sekarang kera-kera tersebut tidak mau pergi, dan tidak seliar dan galak seperti kera dihutan bebas, akhirnya taman tersebut sampai sekarang dikenal orang dengan sebutan Taman Satwa Kalijaga.

Taman Ade Irma Suryani

Taman Ade Irma Suryani terletak berdampingan dengan pelabuhan Cirebon dengan lokasi di pinggir laut pantai utara Cirebon memiliki area + 2,5 Ha. Taman hiburan ini merupakan satu-satunya tempat hiburan dan rekreasi keluarga dekat pantai kota Cirebon yang menyediakan fasilitas permainan anak-anak, kebun binatang, wisata bahari/pantai dan sarana penunjang lainnya, acara rutin pada tiap hari Minggu berupa hiburan acara musik dengan didukung oleh artis-artis yang terkenal termasuk acara dalam bentuk perlombaan bagi anak-anak sekolah menjelang libur. Kawasan wisata Ade Irma NAsution bisa dikembangkan baik oleh investor dalam negeri maupun dari luar negeri karena dapat menyedot wisatawan baik dari Jawa Tengah maupun dari Jawa Timur.

Pedati Gede

Pedati terbesar di Indonesia, panjang kira-kira 15 materi dan ditarik oleh dua ekor kerbau. Menurut sejarah, pedati ini digunakan oleh Pangeran Cakrabuana bila mana pergi menyiarkan Agama Islam ke wilayah Kuningan, Majalengka, Indramayu dansekitar Cirebon kira-kira pada abad ke 15. Pada tahun 1996, Gubernur Jawa Barat memerintahkan unt k membuatkan duplikat pedati gede yang kemudian dibuat oleh Pangeran H. Yusuf Dendabrata (alm) dari keraton Kacirebonan dengan gaya hiasan khas Cirebon, pedati ini memiliki 4 pasang roda yang diameternya 2,2 meter, dan untuk sementara duplikat pedati Gede disimpan di pendopo Rumah Dinas Cirebon.

Vihara dan Klenteng-klenteng

Ada tiga tempat ibadah bagi Budha dan konghucu di Kota Cirebon yang dapat dikunjungi. Ketiga tempat ibadah tersebut semuanya merupakan bangunan kuno yang bergaya arsitektur klasik Tiongkok.

Ketiga tempat tersebut adalah :

  • Vihara Dewi Welas Asih (th. 1658) disebut juga Klenteng Tay Kak Sie, 50 m dari pintu I Pelabuhan Muara Jati ke arah Barat.
  • Klenteng talang (th. 1577) disebut juga Klenteng Kongcu Bio (untuk umat Konghucu), 100 m dari Dewi Welas Asih ke Arah barat Daya, berada di Jl. Talang.
  • Kuil Pemancar Keselamatan (2231 Imlek) disebut juga Klenteng Bun San Tong,  sekitar 150 m dari klenteng Talang ke arah Barat Daya, terletak di Jl. Kanoman.

Bangunan-bangunan Kolonial

Kota Cirebon juga kaya akan Benda-bendaCagar Budaya (BCB) bangunan-bangunan kolonial (BAKOL) dari abad XIX hingga abad XX. Hal ini tentu merupakan daya tarik tersendiri untuk mengenang kilas balik atau pun penelitian-penelitian ilmiah terkait. Beberapa BCB BAKOL yang cukup terkenal, antara lain :

  • Gedung Balaikota : Jl. Siliwangi atau sekitar 300 m dari Satsiun KA Kejaksan. Gedung ini didirikan pada tahun 1927 dengan arsiteknya bernama Ir. Jiskoot dan relief udang yang melekat pada exterior depan-atas dibuat oleh Maas.
  • Stasiun Kereta Api Kejaksan : didirikan pada tahun 1912 – 1914 dengan arsiteknya bernama Ir. Moojen
  • Bank Indonesia : dahulu bernama Javasche Bank. Didirikan tahun 1912 dengan arsitek : Cuypers dan Hulswit
  • Pabrik Rokok British American Tobacco (BAT) : Didirikan pada 1924 dengan arsitek : Cuypers
  • Gedung Mapolresta : didirikan pada 1918. Dahulu merupakan rumah sakit khusus untuk orang-orang pribumi (inlandshe hospitaal)
  • Gereja St. Yusuf : di Jl. Yos Sudarso, didirikan pada tahun 1878 oleh Louis Theodoor Gonsalves, pemilik pabrik-pabrik gula di pulau Jawa dengan arsiteknya bernama Gaunt Slotez..

Sumber : http://disparbud.jabarprov.go.id



WordPress Lightbox Plugin