SHARE

Pertanian - Badan Penghubung Jawa Barat
15622
page-template-default,page,page-id-15622,bridge-core-2.5.8,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,side_area_uncovered_from_content,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-24.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.2,vc_responsive
PERTANIAN

Potensi pertanian di Jawa Barat tersebar secara merata di seluruh daerah, yang meliputi komoditas padi, palawija, dan hortikultural. Selain itu, jenis sayuran dan buah-buahan di daerah Jawa Barat memiliki potensi yang sangat menjanjikan. hasil pertanian utama di daerah Jawa Barat 1997 adalah sebagai berikut: hasil produksi padi mencapai 10.352.650 ton dengan luas panen sawah dan ladang 2.040.680 ha; hasil produksi jagung 336.014 ton dengan luas panen 127.994 ha, dan hasil produksi ubi kayu 1.816.487 ton dengan luas panen 141.637 ha.

 

Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buhan juga benyak terdapat di Jawa Barat, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak serta rambutan.

 

Sementara hasil pertanian di daerah ini tahun 1998 menunjukkan hasil sebagai berikut: luas panen padi sawah-ladang 2.179.976 hektar dengan hasil produksi 9.795.638 ton; luas panen jagung 158.993 hektar dengan hasil produksi 426.430 ton; luas panen ubi kayu 128.642 hektar dengan produksi 1.650.881 ton; luas panen kedelai 57.385 hektar dengan produksi 70.976 ton; luas panen kacang hijau 19.011 hektar dengan hasil produksi 17.435 ton; luas panen ubi jalar 40.574 hektar dengan hasil produksi 443.745 ton; luas panen kacang tanah 92.715 hektar dengan hasil produksi 104.141 ton

 

Sedangkan hasil produksi sayur-sayuran (1998) adalah sebagai berikut: bawang daun 13.862 ton; bawang merah 10.563 ton; kentang 21.994 ton; kubis 18.227 ton; lobak 319 ton; sawi 13.676 ton; kacang panjang 26.096 ton; wortel 4.972 ton; buncis 8.719 ton; bayam 5.808 ton; cabe 19.165 ton; tomat 10.510 ton; terong 7.774 ton; kangkung 5.323 ton; bawang putih 309 ton; kacang merah 12.179 ton; dan ketimun 19.702.

 

Hasil buah-buahan di Jabar tahun 1998 adalah sebagai berikut: alpukat 50.475,5 ton; jeruk 44.607,5 ton; durian 38.943,3 ton; duku 11.865,8 ton; jambu biji 54.322,6 ton; mangga 80.231,4 ton; nanas 62.249,6 ton; pepaya 52.511,7 ton; pisang 1.015.330,9 ton; rambutan 38.699,4 ton; salak 64.885,4 ton; sawo 7.979,8 ton; salak 14.780,6 ton; belimbing 10.150,9 ton; nangka 65.800,2 ton; dan sukun 1.349,4 ton, dan buah lain 116,4 ton.

 

Tanaman pertanian hortikultura sayuran, buah – buahan dan bungan – bungaan yang banyak terdapat di Jawa Barat antara lain bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, sawi, wortel, kangkung, jagung, kacang panjang, salak, alpukat, bunga- bungaan serta pembibitan bunga – bungaan dan buah- buahan.

 

Daerah Penghasil bunga – bungaan  di Jawa Barat anatar lain Kab. Cianjur, Garut, Kuningan, Bandung, Ciamis Purwakarta, Bogor dan Sukabumi.
Melihat hasil pertanian di atas, dapat dikatakan bahwa daerah Jawa Barat memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan secara optimal. Hasil buah-buahan dan sayur-sayuran merata di seluruh daerah kabupaten yang ada di Jabar. Jika semua itu dapat dikembangkan melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian serta dikelola secara proresional dengan peralatan yang lebih modern, daerah Jawa Barat akan mendapat tambahan penghasilan yang besar dari sektor pertanian. Apalagi kalau hasil pertanian itu diekspor ke negera lain, hasilnya akan menambah devisa negara dalam jumlah cukup besar.

 

Dalam struktur perekonomian di Jawa Barat, sektor pertanian merupakan sektor dominan kedua terbesar setelah industri. Jika hasil pertanian pangan, termasuk hasil sayur-sayuran dan buah-buahan ini dapat dibudidayakan melalui teknologi canggih, daerah Jabar bisa seperti Thailand. Apalagi banyak SDM berkualitas dari perguruan tinggi seperti ITB, IPB, Padjajaran, dan Unpar. Semua itu akan mampu memacu pemba¬ngunan sektor pertanian, sebagai salah satu potensi andalan yang dimiliki oleh daerah Priyangan.

WordPress Lightbox Plugin