SHARE

Badan Penghubung Jawa Barat
17042
post-template-default,single,single-post,postid-17042,single-format-standard,bridge-core-2.5.8,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-24.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.2,vc_responsive

Sisingaan

Sisingaan

Hello Guys !!!

Wilujeng siang #wargijabar …

Baraya Jabar pasti gak asing lagi kan dengan seni pertunjukan sisingaan yang umumnya dipentaskan pada saat ada hajatan warga seperti acara khitanan, pelantikan pejabat desa, pernikahan dan lain sebagainya dengan berkeliling kampung…

Kesenian khas Kabupaten Subang ini memiliki daya tarik wisata bagi turis domestik maupun mancanegara. Pemerintah kabupaten Subang bahkan mengadakan festival Sisingaan secara rutin untuk memperingati hari jadi Kabupaten Subang (setiap tanggal 5 April)

Sisingaan atau Gotong Singa (sebutan lainnya Odong-odong dan Sisingaan Reog). Sisingaan berasal dari Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Subang Kecamatan Purwadadi Desa Neglasari. Terdapat banyak berbagai jenis sisingaan yaitu naga, elang, banteng. siluman, dan lain-lain. Cara bermain sisingaan membutuhan 4 orang untuk mengangkat sisingaan tersebut sambil düringi dengan musik dan mulai ikuti pergerakan sisingaan dengan hanya menggoyang kaki dan badan, bergoyang sambil berjalan menuju panggung pernikahan lalu diam ditempat yang lega dan mulai beratraksi atraksi tersebut harus sedikit agak ekstrem supaya penonton tertarik melihat aktrasi sisingaan yang disuguhkan.. Kesenian ini dimainkan dengan irama musik sehingga para pengangkat tandu melakukannya dengan gerakan tarian.

Pertunjukan Sisingaan pada dasarnya dimulai dengan telabuhan musik yang dinamis lalu diikuti oleh permainan Sisingaan oleh penari pengusung sisingaan, lewat gerak antara lain: pasang kuda-kuda, bangkaret. masang ancang-ancang, gugulingan sepakan dua. langkah mundur. kael, mincid, swag, jeblag, putar taktak. gendong singa. nanggeuy singa. angkat jungjung, ngolecer, lambang, pasagi tilu, melak cau, nincak rancatan kakapalan. sebagai seni helaran sisingaan bergerak terus mengelilingi kampung desa atau jalanan kota. Sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Di dalam perkembangannya, musik pengiring lebih dinamis, dan melahirkan musik Genjring Bonyok dan juga Jardug.

Pola penyajian Sisingaan meliputi :

1.Jatalu (tetabuhan, arang-arang bubuka) atau keringan.

2. Kidung atau kembang gadung 3.Sajian Ibingan di antaranya solor gondang.swang(kangsreng).catrik. kosong-kosong.

4.Atraksi atau demo.biasanya disebut atraksi kamenesan.

5.Penutup musik keringan.



WordPress Lightbox Plugin